Kamis, 21 Oktober 2010

diam dan menangis

Hari ini, tak terasa umurku sudah berkurang satu tahun. Bulan Oktober memang selalu berkesan bagiku. Aku terlahir di bulan ini, dari rahim seorang wanita terbaik bagiku. Entah kebetulan atau tidak, di bulan ini pulalah kedua orang tuaku mengikrarkan akad pernikahannya. Kini di hari ini,,usiaku tepat 17tahun. Usia yang sudah bisa dikatakan sebagai seorang yang lebih dewasa. Ya, usia yang semakin hari semakin berkurang. Berharap diusia ini aku akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan selalu istiqomah dijalan Allah (Tuhan pencipta diriku yang sekarang ini). Hari ulang tahun memang hari yang sangat istimewa. Hari di mana kita pertama kali melihat dunia. Hari di mana ibu kita berjuang antara hidup dan mati mempertaruhkan nyawanya demi melahirkan kita. Hari di mana ayah kita menunggu dengan cemas dan was-was, menantikan kedatangan kita ke dunia ini. Aku semakin sadar bahwa bertambahnya umur berarti berkurangnya jatah hidup didunia ini, memang ajal seseorang siapa yang tahu, tapi ini merupakan suatu bentuk dimana semakin dekat kita dengan kematian.

Ulang tahun memang identik dengan ucapan "Selamat Ulang Tahun, semoga panjang umur, sehat selalu, bla..bla..bla..". Ya, kalimat itu yang ku terima baik dari ucapan langsung, sms, bahkan di facebook pun masih ada yang ngucapin[padahal pengaturan tanggal lahir di facebook sudah aku atur biar tak ada orang yang tahu]. Ya, ini bukti bahwa masih ada teman yang ingat hari ulang tahunku..(bangga deh!!).

Tak jauh dari ucapan selamat, ulang tahun juga identik dengan pemberian 'kado'. Kali ini saudara perempuanku bertanya langsung aku maunya minta kado apa (tumben -.-'), aku hanya diam (jawabku dalam hati: [aku tak butuh kado..heh]). Eh nggak taunya dikasih cokelat,, ya lumayanlah buat cemilan..hho ^_^'.

Ada satu lagi kado yang ku dapatkan. Dari seorang yang ku anggap sudah menjadi saudara kandungku sendiri. Aku mendapatkan kado itu melalui perantara dari temanku. Ya, sepulang sekolah aku istirahat sejenak, melepas lelah setelah menghadapi UTS di sekolah. Tak lama kemudian, temanku datang kerumah(wah...ada apa ini??)---[biasalah]. Saat aku sedang bersama teman-temanku, tiba-tiba ada pesan masuk di hp ku. Ya, itu dari dirinya [membahas soal kado yang diberinya] tapi aku lupa pada saat itu ada kado di dalam tas ku. Setelah teman ku pulang, aku masuk kamar. Membawa kado pemberian darinya, sebelum membuka kado itu feeling ku sudah merasa 'berat', ntah apa yang ku rasa ini... Dan pada akhirnya aku pun membuka kado itu, tak lama aku membukanya dan aku pun menutupnya kembali. Ini kado terberat yang aku dapatkan. Aku membungkusnya kembali dalam sampul kado. Saat itu juga aku hanya bisa diam dan tak lama air mataku pun jatuh mengalir deras. Terus dan terus menangis. Aku bertanya pada diriku sendiri "APA KAU SIAP?" "APAKAH KAU SUDAH SIAP?" "APAKAH KAU SIAP DENGAN INI SEMUA?????????". Air mataku terus mengalir deras, ntah mengapa 'batin'ku mengatakan 'aku belum siap'. Aku bertanya "Ya Allah, mengapa hati ini diselimuti dengan penuh keraguan, dengan kata tidak siap??". Aku hanya diam dan menangis atas diriku. Ya Allah, kau pasti tau akan perasaan yang kurasakan, perasaan malu kepada diri-Mu. Tapi aku selalu yakin, bahwa Engkau akan tetap mengerti diriku..


---ampuni aku ya Allah---
---maafkan aku---