Haram-haramkah aku
Bila hatiku jatuh cinta
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan tuhan
Haram-haramkah aku
Bila aku terus menantinya
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin hatiku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin
Aku Hanya Ingin Cinta Yang Halal
Di Mata Dunia Juga Akhirat
Biar aku Sepi aku Hampa aku Basi
Tuhan Sayang Aku
aku Hanya Ingin Cinta Yang Halal
Dengan dia tentu atas izin-Nya
Ketika cinta bertasbih
Tuhan beri aku cinta
ku menanti cinta
Senin, 06 September 2010
ULTIMATE JOURNEY
Dear Brothers and Sisters, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuhu
Are you preparing for the ULTIMATE JOURNEY?
Ticket Type: One-way only
Price: Absolutely free (booking confirmed)
Passenger Details :
Name: One of the Children of Adam
Origins: From Soils and Clay
Address: Planet Earth.
Conditions of Travel:
Departure: From life on earth
Destination: Eternal life
Stop-over: Hotel (2 meters under the ground, for one person only)
Duration of flight: From couple of seconds to several millions of years
Departure time:
Time of death: Exact time is unknown (but it can happen earlier than expected)
Arrival time: On the Judgment Day (not specified in the timetable)
Information About check in Hotel:
On the arrival to the hotel, (grave): Incorruptible Auditors - two angels: Munkar & Nakir, will immediately start questioning.
Four questions will be directly asked:
1. Who is your God?
2. Who is your prophet?
3. What is your religion?
4. What and who is your Imam?
Questions will follow about your life on earth. For more information, refer to the Holy Quran and Sunnah.
Luggage:
1. Despite the fact that the airplane transfers only one passenger at a time, there are some restrictions on the amount of baggage that you can take with you.
2. You can take with you 5 meters of white cloth.
3. Any items of material life of earth are strictly forbidden.
4. Realistic luggage should consist of good deeds, modest behavior and of well spent time on calling people to Islam.
Important instructions:
All the passengers should remember that tickets are not exchangeable refundable.
This journey is compulsory for representatives of all races, nationalities, religions and of all ages.
Are you preparing for the ULTIMATE JOURNEY?
Ticket Type: One-way only
Price: Absolutely free (booking confirmed)
Passenger Details :
Name: One of the Children of Adam
Origins: From Soils and Clay
Address: Planet Earth.
Conditions of Travel:
Departure: From life on earth
Destination: Eternal life
Stop-over: Hotel (2 meters under the ground, for one person only)
Duration of flight: From couple of seconds to several millions of years
Departure time:
Time of death: Exact time is unknown (but it can happen earlier than expected)
Arrival time: On the Judgment Day (not specified in the timetable)
Information About check in Hotel:
On the arrival to the hotel, (grave): Incorruptible Auditors - two angels: Munkar & Nakir, will immediately start questioning.
Four questions will be directly asked:
1. Who is your God?
2. Who is your prophet?
3. What is your religion?
4. What and who is your Imam?
Questions will follow about your life on earth. For more information, refer to the Holy Quran and Sunnah.
Luggage:
1. Despite the fact that the airplane transfers only one passenger at a time, there are some restrictions on the amount of baggage that you can take with you.
2. You can take with you 5 meters of white cloth.
3. Any items of material life of earth are strictly forbidden.
4. Realistic luggage should consist of good deeds, modest behavior and of well spent time on calling people to Islam.
Important instructions:
All the passengers should remember that tickets are not exchangeable refundable.
This journey is compulsory for representatives of all races, nationalities, religions and of all ages.
Minggu, 05 September 2010
Just read this
Cerita ini bersumber dari catatan seorang teman di FB yang diambil dari www.lailahaillallah.com.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Artikel ini diedit seperlunya.
NB: Sebelum membaca kisah ini, sediakan tissu.
Aku Mencintaimu Suamiku
***
Cinta itu butuh kesabaran...
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita...
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia...
Pernikahan kami sederhana namun meriah...
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu...
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci...
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku... sangatterlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihatsekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktubegitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saatini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengahkeharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusahauntuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku...
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidakmenyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka,namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku...
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku,aku dihina-hina oleh mereka...
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalamikecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yanghampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan.Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al –Qur'an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukanaktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, akumelihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dandisaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobroldengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suamiku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.
Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Artikel ini diedit seperlunya.
NB: Sebelum membaca kisah ini, sediakan tissu.
Aku Mencintaimu Suamiku
***
Cinta itu butuh kesabaran...
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita...
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia...
Pernikahan kami sederhana namun meriah...
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan &mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu...
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci...
Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku... sangatterlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihatsekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.
***
Lima tahun berlalu sudah kami menjadi suami istri, sangat tak terasa waktubegitu cepat berjalan walaupun kami hanya hidup berdua saja karena sampai saatini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi) di tengahkeharmonisan rumah tangga kami.
Karena dia anak lelaki satu-satunya dalam keluarganya, jadi aku harus berusahauntuk mendapatkan penerus generasi baginya.
Alhamdulillah saat itu suamiku mendukungku...
Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.
Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, ibu & adiknya tidakmenyukaiku. Aku sering mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari mereka,namun aku selalu berusaha menutupi hal itu dari suamiku...
Didepan suami ku mereka berlaku sangat baik padaku, tapi dibelakang suami ku,aku dihina-hina oleh mereka...
Pernah suatu ketika satu tahun usia pernikahan kami, suamiku mengalamikecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yanghampir membuat ku menjadi seorang janda itu.
Ia dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan.Aku selalu menemaninya siang & malam sambil kubacakan ayat-ayat suci Al –Qur'an. Aku sibuk bolak-balik dari rumah sakit dan dari tempat aku melakukanaktivitas sosial ku, aku sibuk mengurus suamiku yang sakit karena kecelakaan.
Namun saat ketika aku kembali ke rumah sakit setelah dari rumah kami, akumelihat di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dandisaat itu juga.. aku melihat ada seorang wanita yang sangat akrab mengobroldengan ibu mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.
Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis ketika melihat suamiku sudah sadar, tapi aku tak boleh sedih di hadapannya.







Open all
Close all
